Holier Than Thou Travellers

Kita setuju untuk tidak menjadi turis atau traveler yang ignorant. Menjadi sensitive, bersikap  yang sopan di tanah orang dan menghargai budaya serta kebiasaan setempat. Hal yang wajar atau biasa bagi kita mungkin taboo di luar sana.

Sebagai pengamat manusia ketika traveling, saya sering bertemu manusia dari berbagai negara dan sesama bangsa. Sifat mereka yang beraneka ragam, ada yang humble sampai yang sengak dengan wajah; “I travel more than you”.

Beberapa mereka sering merasa paling benar, paling etis dalam traveling namun mereka merasa tidak bersalah ketika mengambil foto para tuna wisma untuk kepentingan Instagram dibawah kategori; Street Photography. Seolah-olah mereka sangat peduli dengan kalangan tuna wisma ini. Padahal mengambil foto Tuna Wisma hal yang sangat tidak sopan. Put yourself in their shoes, kalau suatu hari nanti kamu jadi gembel, tidak punya rumah dan ada yang ngejepret dan kesengsaraan kamu di pajang di Instagram turis dari negeri antah berantah, dan di komen follower-nya.. Siapa sih yang suka menjadi obyek ketika mereka dalam keadaan susah.

Contoh lainnya, ketika traveler ini berlibur ke Eropa, mereka dengan bangganya mengambil gambar pasangan bule yang sedang mesra-mesraan di tempat umum, atau sedang ciuman. JEPRET. Candid Photo is ready. Instaworthy banget, bakal banyak LIKES nya nih!! Kepikiran nggak sih; candid photo seperti ini is invading their privacy. Hanya karena mereka public display affection, bukan berarti harus di foto dan dipameri di Instagram dengan caption yang panjang lebih dari 4 paragraf. Misalnya; pasangan yang kamu jepret itu pasangan yang sedang selingkuhan, nah lho…

Kadang mereka merasa jadi traveller paling cool sejagad, paling etis , or holier than thou travellers. Diantara mereka;

1. Animal Extremist

Gajah di India

Zaman sekarang, kata extremist tidak hanya berkaitan dengan hal agama atau politik, tapi juga ke pembela binatang. Saya juga pecinta binatang, terutama kucing, tapi pernahkah kamu bertemu pecinta dan pembela hak-hak binatang gila yang merasa paling benar dan berhak menghakimi orang lain, juga menghakimi budaya di negara yang sedang mereka kunjungi.

Animal extremist ini sebagian besar dianut para travel blogger Bule dari Eropa atau Amerika yang tidak pernah hidup di alam liar, tapi besar di perkotaan. Mereka memaksa dan meneror orang baik di social media atau lewat blog mereka untuk tidak naik kuda, onta atau gajah.

By the way, sampai hari ini saya juga nggak pernah naik gajah, karena saya punya pengalaman pahit di Kebun Binatang Bukittinggi. Sakitnya itu di sini (nunjuk hidung), gimana rasanya ketika kamu lagi dekat-dekat si gajah eh dikentutin. Kentut gajah itu luar bisa ganasnya, sampai pasir-pasir bertebangan. Dan ternyata gajah itu bau, dan tidak selucu di majalah bobo masa kecil dulu, Bona Gajah kecil si Belalai Panjang.

Tanpa Onta dan Kuda, penjelajah Maroko Ibnu Batutta mungkin tidak akan pernah sampai mengembara ke negeri Timur Jauh Tiongkok, dari Afrika utara nun jauh di sana. Gajah menjadi transportasi kaum ningrat di India sejak berabad silam. Namun si travel blogger bule ini ngotot, JANGAN JADIKAN BINATANG SEBAGAI KENDARAAN. Uh oh, menipisnya lapisan ozon, invasi di Timur Tengah dan peperangan berawal dari MINYAK. Sejak ditemukannya ladang minyak, sudah berapa juta nyawa melayang dengan kerakusan sang penguasa??

Hasil pembakaran minyak, timah hitam bisa menyebabkan kanker otak pada manusia. Apa yang salah dengan menjadikan binatang sebagai alat transportasi selama diperlakukan dengan baik, dikasih makan yg bergizi. Di kampung-kampung, petani masih membajak sawah dengan kerbau, udara menjadi bersih tanpa ada sisa pembakaran zat kimia dari mesin bajak sawah.

Para animal extremist ini mengira Gajah, Kuda seperti di tokoh Disney, mereka lupa kalau manusia keinjak gajah  bisa serata triplek, dan mereka lupa formula Fisika dengan Daya Kudanya, dalam satuan tenaga kuda atau Horsepower/hp.

Animal Extremist ini termasuk holier than thou yang super munafik, naik kuda dan gajah tidak boleh tapi mereka pelahap steak dan bacon.

2. Pahlawan Kebenaran Wannabe.

Hasil Candid Teman dari Berlin

Sebagai pengguna social media zaman sekarang, jangan mudah terpancing dengan berita atau sebuah tweet tanpa diselidiki terlebih dahulu. Ketika seorang Netizen Indonesia yang memojokkan Syahrini di twitter dan tipikal media zaman sekarang yang penting dapat Headline heboh bahkan sebuah tweet pun dijadikan berita. Netizen histeris..

Mencoba untuk obyektif, saya memutar ulang video yang bikin netizen heboh itu beberapa kali, yang saya tangkap, kata bagus Syahrini mengarah ke tempat, arsitektur. Bukan ke kalimat selanjutnya ‘Tempat Hitler bunuh-bunuhan.” Hanya nada suaranya sok centil dan manja, koma setelah bagus jadi hilang. Logikanya, sudah gila apa Syahrini yang maha jaim itu mengeluarkan kalimat keji mendukung tindakan Hitler. Beyond logic.. 

Si empunya Twit yang twitnya tentang Syahrini mejadi viral dan ditonton lebih dari 200 ribu kali pun menjadi pahlawan kebenaran di twitter. Berceramah untuk menjadi traveler terdidik. Dan baca komen-komen selanjutnya, saya yakin sebagian besar dari komentator belum pernah ke Memorial Holocaust di Berlin ini.

Banyak dari mereka yang menyamakan dengan Kamp Konsentrasi Auschwitz  tempat memilukan bagi sesama manusiaPlease deh, jangan sotoy dulu.

Holocaust Memorial, Berlin

Holocaust Memorial di Berlin ini semacam ‘Installation Art’, dan tidak ada mayat yang terkubur dibawahnya. Kesan pertama; tempat ini bisa dijadikan tempat play Hide and Seek, kesan kedua.. seperti Peti Mati massal yang dijejerin rapi, apalagi dengan warna gelapnya..

Kalau Selfie ditempat ini dianggap tidak hormat atau kurang sensitive, Truss.. turis harus ngapain di monumen ini?? Mengheningkan Cipta? Berdoa atau menangis?? Tidak ada yang salah dengan Selfie di lokasi ini, namanya juga Turis, menuju Berlin aja ongkosnya jutaan rupiah, bisa bayar cicilan sepeda motor. Tidak ada yang salah kalau Turis ingin mengabadikan momen mereka pernah ke tempat ini dengan selfie atau Wefie.

Mungkin si penyebar IG Syahrini terpengaruh dengan Artis Jerman dengan project Yolocaust-nya. Yang ternyata, sang Arsitek yang merancang Holocaust Memorial ini berkata; lain

“It’s like a catholic church, it’s a meeting place, children run around, they sell trinkets. A memorial is an everyday occurrence, it is not sacred ground.”

“But there are no dead people under my memorial. My idea was to allow as many people of different generations, in their own ways, to deal or not to deal with being in that place. And if they want to lark around I think that’s fine.

“But putting those bodies there, in the pictures, that’s a little much if you ask me. It isn’t a burial ground, there are no people under there.”

Dan saya yang juga desainer, tindakan Artist Jerman dengan proyek Yolocaustnya, juga sangat tidak etis dan egois. Memphotoshop foto orang lain dari Instagram orang tersebut tanpa izin, that’s sooooo lowwww. Mentang-mentang sekarang kita bisa save as photo dimana saja, dan seenaknya menggunakan karya foto orang lain untuk kepentingan sendiri, proyek sendiri.. yang dari insiden ini, nama si Artis semakin melambung, keuntungan diraihnya dari publicity dan fame. Dan dengan sombongnya, si artis menyuruh si pemilik foto yang dia photoshop minta maaf dengan mengirimkan email. What the fuck?? He’s worse than the tourist in the photos, man!! Holier than thou dimana-mana, jack!! Menjijikan.

Jadi, dari kasus ini siapa yang bahagia?? Artist Jerman dengan proyek Yolocaustnya dan Si penyebar IG Syahrini di Twitter (yang malah bikin media Jerman menarik kesimpulan jauh, tentang Indonesia .. ‘Muslim Country’ and the celebrity is anti semitic. Uh oh.. too much.’

Kalau belum pernah ke Holocaust, Berlin, sedikit informasi; Holocaust Memorial di Berlin ini bukan museum namun merupakan Installation art, yang tidak ada mayat didalam dan dibawahnya. Lokasinya dikawasan ramai Turis, dekat The Reichstag, Brandenburg Gate dan Station Kereta. Siapa pun bisa le tempat ini dan Free Admission.

Jadi, bagaimana menurut mu?? Apakah kamu termasuk orang yang anti selfie di holocaust memorial atau tempat yang menyimpan sejarah kelam seperti ini?? Ambil contoh lain, seorang Vlogger merekam dirinya dengan latar belakang Holocaust Memorial ini. Videonya diedit, dibikin informatif dan kemampuan editing yang menarik. Orang jadi tau tentang tempat semacam ini, dan dari Vlognya dengan Live Selfie di Holocaust memorial ini orang yang tidak sempat atau belum punya dana ke Berlin bisa belajar banyak dari Vlog dengan Holocaust Memorial sebagai object So… What’s the issue?? Think BIG and positive, don’t be that narrow. 

di cu chi tunnel, Saigon

Beberapa tahun yang lalu di cu chi tunnels, tempat ini tidak kalah menyedihkan. Perjuangan rakyat Vietnam untuk hidup dari kekejaman tentara Amerika. Disaat tentara Amerika menyebarkan senjata kimia Agent Orange yang membuat cacat generasi Vietnam sampai beberapa generasi akan datang. Tour Guide di Cu Chi tunnel ini malah menyuruh masing-masing kita untuk selfie dan mencoba masuk ke lobang sempit tempat rakyat Vietnam hidup bertahun-tahun dalam gelap, solah-olah hidup di peti mati terpanjang di dunia.

Hampir semua turis termasuk saya ketawa, ‘histeris’ dan cemas ketika mencoba masuk kedalam lobang ini. Mungkin para holier than tho juga akan menghakimi, kenapa ketawa dan selfie di tempat yang ribuan rakyat Vienam tewas didalamnya. Ada cerita sedih, seorang ibu terpaksa membunuh bayinya sendiri di dalam terowongan ini karna tangisan bayinya akan membuat tentara Amerika mengetahui keberadaan mereka dan tempat persembunyian mereka akan terbongkar. Si ibu ini rela membunuh bayinya sendiri, dibanding harus ratusan atau ribuan rakyat Vietnam di dalam terowongan ini yang harus mati. Kalau saya tidak punya selfie di tempat ini, mungkin cerita si tour guide sudah menguap begitu saja. Satu foto ini punya banyak cerita…

8 Responses to “Holier Than Thou Travellers

  • Hello ,

    I saw your tweet about animals and thought I will check your website. I like it!

    I love pets. I have two beautiful thai cats called Tammy(female) and Yommo(male). Yommo is 1 year older than Tommy. He acts like a bigger brother for her. 🙂
    I have even created an Instagram account for them ( https://www.instagram.com/tayo_home/ ) and probably soon they will have more followers than me (kinda funny).

    I have subscribed to your newsletter. 🙂

    Keep up the good work on your blog.

    Regards
    Wiki

  • salam kenal Rahma, suka sama tulisannya…karena memang belakangan ini banyak bgt yang ngerasa holier than thou dan I Travel more than you kayak gini….mudah2an dijauhkan deh ya dari sifat2 seperti ini, balik lagi ke tujuan kita traveling itu apa 🙂 Keep writing
    malesmandi.com recently posted…Libur Akhir Pekan ke KambojaMy Profile

    • Salam kenal juga Dita 🙂 , trimakasih udah berkunjung. Iyaa.. semoga kita dijauhkan dari sikap sombong, haha.. karena kesombongan itu biasanya akan menjatuhkan. Traveling itu dinikmati, dan kalau punya blog di tulis karena kata Ibn Batuta, traveling will turn you into a storyteller 🙂

  • Nggak ada pembenaran, emang semestinya ambil foto orang itu mesti izin, apalagi kalau dimasukkan ke sosial media. Nggak membela diri. Salah tetap salah. Tapi aku pribadi ambil risiko itu 😀

    Soal yang dikit-dikit jadi viral itu emang ngeri. Kejadian Syahrini itu contohnya. Namun sepertinya (dan mudah-mudahan begitu) berbagai pihak belajar dari kejadian itu.

    Trus, aku gatel komenin foto di Cu Chi Tunner. Aku gak kebayang kalo ada di dalam sana. Pertama, kayaknya gak akan muat. Kedua, bisa-bisa aku langsung ngap dan panik. Entah udah masuk Claustrophobia atau sekadar phobia/takut doang.

    • @Yayan;
      Kalau sifatnya lebih pribadi kayak2 mesra2an gue gak mau jepret, kecuali kalau gue dibayar untuk jadi detektif atau Paparazzi 😛 , kalau homeless & beggar, sebaiknya jangan.. tapi gue banyak liat selebgram/tweet Indo posting ginian. Dan di negara bule, sebagai cowok .. sebaiknya jangan foto little girl. Bisa dikira Pedofil yg mencari mangsa. Street Photography rada ribet juga, tapi India kayaknya lebih nyante.

      Yang suka bully itu, belum kena dibully aja. Menunjuk2 kesalahan orang itu emang gampang, dan kayak mereka paling etis aja.

      Yang di Cu Chi itu iyaaa.. sempit banget. Orang Vietnam kecil2 jadi gampang, denger dari guidenya sengaja, biar tentara Amrik gak bisa masuk, karena orang Amrik kan gede2, jadi mereka bikin se pas mungkin, tentara amrik yg mencoba menerobos masuk, nyangkut. Dan gue masuk ke terowongan, gila… sempit banget dan 2 cewek bule di depan ternyata claustrophobia. Mereka panik pas di dalam, gue bilang please jalan terus. Intinya, harus jalan terus gak boleh balik, karena akan tabrakan sama yg dibelakang dan bisa mati kepanasan dan kurang oksigen.. jadi kalau claustrophobia parah, mending gak usah dibanding ngerepotin turis dibelakangnnya…

      Salut gue sama orang Vietnam.. & yg gue notice dari Vietnam, beda dari negara2 di Asia, mereka gak begitu mendewakan bule, malah lebih ramah sama asia..

  • sudut pandang yang menarik. terlebih poin nomor 2. saya juga muak sama netizen yang latah ikut-ikutan menghujat padahal mereka sendiri gak tau apa yg dihujat. ada yang sotongnya selangit bilang banyak tubuh mati dibawahnya tidak ada respect. sotong sotong. lalu yang bilang bikin malu nama indonesia, padahal si pemilik twitter penyebar yang bikin nama indonesia jadi negatif. holier than tho

    • To Venesa;
      Trims.. 🙂
      Ngomong2 ada hater yang ngamuk dengan postingan ini, dan dia copy paste artkel ini dan dibahas, tapi gak ada yg baca ngomen. Dan semua yg dibahasnya gak nymbung semua,ditulis dengan bahasa alai pula. Dia ngotot gak boleh foto2 di tempat ini. Saya ngikik aja ketika artikel ini di bahas dengan gaya kekanak2an dan dengan link. Nguntungin gue donggg..

      Kebanyakan orang emang udah negatif dulu sama Syahrini karena mngkin dia emang sering bikin sensasi, jadi gak objective, kebencian membutakan hati, apa aja yg orang lakukan salah aja menurut mereka

  • Hello ,

    I saw your tweets and thought I will check your website. Have to say it looks very good!
    I’m also interested in this topic and have recently started my journey as young entrepreneur.

    I’m also looking for the ways on how to promote my website. I have tried AdSense and Facebok Ads, however it is getting very expensive.
    Can you recommend something what works best for you?

    I also want to improve SEO of my website. Would appreciate, if you can have a quick look at my website and give me an advice what I should improve: http://janzac.com/
    (Recently I have added a new page about FutureNet and the way how users can make money on this social networking portal.)

    I have subscribed to your newsletter. 🙂

    Hope to hear from you soon.

    P.S.
    Maybe I will add link to your website on my website and you will add link to my website on your website? It will improve SEO of our websites, right? What do you think?

    Regards
    Jan Zac

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Enjoy this website? Please spread the word :)

%d bloggers like this: