Kebun Anggur di Tropis

*This post is first published on my RIP Travel Blog, I apologize for some missing comments

 

Bicara tentang kebun anggur yang terbersit biasanya benua Eropa. Namun, jangan salah, tidak perlu jauh-jauh ke Eropa kita bisa merasakan sensasi romantisnya kebun anggur, tentunya dengan arsitektur bergaya Eropa serta Kincir Angin. Yang membedakannya hanya cuaca, kadang suhu di wilayah ini  mencapai 35 derajat celcius, bikin keringat mengalir deras belum lagi dengan teriknya matahari yang menyilaukan mata.

Pernah ke Pattaya, Thailand ?? Sayangnya, Pattaya selalu identik dengan gemerlapnya dunia malam dan wanita jadi-jadian. Mungkin banyak yang belum tahu, Pattaya tidak hanya ala red light district dan pantai saja. Sekitar 25 kilometer dari pusat kota, pemandangan yang seolah-olah membawa kita ke belahan dunia lain akan terhampar di depan mata.

Kebun anggur ini bernama Silver Lake, dekat bukit Budha di provinsi Chonburi. Untuk mencapai tempat wisata ini, umumnya  para turis menggunakan City Tour dari travel agen atau hotel. Tentunya, harga ini  sangat tidak ekonomis.

01-kebun-anggur

Saya dan travelmate akhirnya mencari lokasi Silver Lake di Google Map. Berdasarkan skala di google map, kita bisa jalan menyusuri garis pantai dan akhirnya akan sampai di perbukitan dekat Silver Lake.

Kita beranggapan, mungkin akan ada kendaraan umum menuju Silver Lake, ide gila ini kandas setelah  bertanya ke penduduk setempat, mereka terkekeh, ternyata untuk mencapai Silver Lake tidak semudah yang terlihat di peta.

Kemudian, kita nekat naik tuk-tuk tanpa tahu di mana akan berakhir, yang penting lurus menuju Silver Lake dan garis pantai. Sampai ke perhentian terakhir, ketika penumpang yang tersisa hanya kita berdua, si supir tuk-tuk mulai curiga,  lalu menanyakan kita hendak kemana. Dengan tampang tidak berdosa kita jawab; “Silver Lake..”

Si supir tuk-tuk bingung, dan menanyakan Silver Lake itu di mana. Duh, mana kita tahu. Kan yang supir situ, kok jadi balik nanya. Saya dan teman saling berpandangan. Si supir menelpon temannya, yang kita tangkap dari keseluruhan bahasa Thailand hanya Silver Lake. Mengakhiri pembicaraan yang tampaknya si supir sudah punya ide di mana Silver Lake berlokasi, ia pun memberi kita harga. Setelah tawar menawar, kesepakatan kita bertiga adalah 300 Bath, yang berarti saya harus bagi dua dengan teman.

Sebelum menurunkan kita di Silver Lake, supir tuk-tuk ini menuliskan nomor HP-nya di secarik kertas, kalau kita membutuhkan sewa tuk-tuk untuk pulangnya nanti, silahkan hubungi kembali.Uh-oh, another 300 Bath dong!!

Setibanya di Silver Lake, kalimat yang bisa saya lontarkan hanya; ‘Maha panasnya tempat indah ini dewa–dewi.’ Pemandangan danau berwarna keperakan karena diterpa sinar matahari  siang itu seolah menjadi latar belakang yang mendominasi kebun anggur ini.

02-kebun-anggur

Sayangnya, ketika saya dan teman ke Silver Lake sedang tidak musim panen. Malangnya, kita tidak melihat anggur yang menggantung di balik dedaunan.

03-kebun-anggur

Tiket masuk; 70 Bath saja, akan dikenakan biaya ekstra kalau ingin mengelilingi kebun anggur menggunakan angkutan wisata khusus. Sepeda juga disewakan dengan harga 150 Bath. Saya memilih cara hemat, berjalan kaki. Hitung-hitung bakar lemak dan bakar kulit sampai gosong, semakin eksotis deh!!

04-kebun-anggur

angkutan khusus untuk mengitari Silver Lake

AKTIVITAS YANG ASIK DI SINI ??

Silver Lake juga sering mengadakan musik festival di malam hari, mungkin akan tampak sangat indah karena Bukit Budha akan memantulkan sinar lasernya saat gelap. Lalu, sebagai penggemar fotografi, tempat ini surganya pemburu gambar arsitektur dan alam. Teman saya malah bermimpi untuk Pre-Wedding di sini. Jauh amat mbak

05-kebun-anggur

Di Silver Lake ini juga terdapat sebuah restoran Italia yang tampaknya cocok untuk kencan ataucandle light dinner, So, kalau masih ngebet banget untuk Pre-Wedding atau romantis-romantisan sama yayang,- ayuuukkk ke Silver Lake Pattaya saja. Tidak perlu repot-repot mengurus visa dan tiket pesawat ke Eropa yang harganya selangit.

Terdapat kafe dan toko di sini, menjual wine dan jus anggur hasil olahan perkebunan ini, saya sempat membeli jus anggurnya seharga 35 Bath, dinikmati saat itu juga menunggu matahari tenggelam.

06-kebun-anggur

Tak lama kemudian, ketika semua bus wisata sudah lenyap satu per satu, kita mulai agak panik bagaimana kembali ke pusat kota. Sebenarnya jalan termudah kirim SMS ke supir tuk-tuk tadi siang, dan kita bayar 300 Bath lagi, tentunya sebagai turis kere dari Indonesia kita mengurungkan niat ini. Ide gila saya untuk jalan kaki sepanjang 25 km menuju kota, yang kita perkirakan akan sampai dini hari ditolak mentah-mentah sama teman.

Dengan memutuskan urat malu, kita menanyakan ke satpam setempat sudikah ‘ngojekin’ kita pulang ke Kota. Nasib baik, mereka setuju dan masing-masing kita menyewa dua petugas keamanan dengan motor mereka kita diantar ke kota, saya hanya perlu bayar 70 Bath.

Don’t you think it’s off the beaten path experience !!

Yeah.. we did it !! What an adventure, isn’t it ??!!

authorRahma loves writing & reading before she knows how to write and read. A geek who loves her spirit of individuality and has traveled solo since her early age.

2 Responses to “Kebun Anggur di Tropis

  • Thanks Deno.
    I wrote about West Sumatra not long ago, but not for this blog.. for some paid articles, I will blog about West Sumatra here once I have good photos and fully article. Just stay tuned 🙂
    Rahma Musafir recently posted…Mau Bikin Website ??My Profile

  • Deno
    1 year ago

    Wew what a nice place to visit…
    Nice thread by the way….
    Can you post something about tourism in Sumbar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Enjoy this website? Please spread the word :)

%d bloggers like this: